Kabar Berita Anggota Polres Bantul Ipda Rumpoko Dari Sudan

Posted by Humas Polresbantuldiy on 21:07

Kepolisian Negara Republik Indonesia mengirimkan personel-personel terbaiknya yang tergabung dalam Satgas Garuda Bhayangkara (Garbha) II Formed Police Unit (FPU) Indonesia 9 menggantikan Satgas Garbha II FPU Indonesia 8 yang telah berakhir masa penugasannya.

Formed Police Unit (FPU) adalah sebuah satuan tugas yang terdiri dari 140 personel polisi berseragam yang memiliki keterampilan khusus kepolisian, seperti dalam pengendalian massa, menggunakan persenjataan dengan dibekali teknik dan taktik pertempuran kota, pembebasan sandera, serta mampu mengatasi gangguan keamanan bersenjata dalam tingkat intensitas resiko yang tinggi, dan mampu bergerak dengan cepat di dalam lingkup area penugasan misi perdamaian PBB.

Kontingen dengan Kasatgas AKBP Ahmad Arif Sopiyan, SIK dengan wakil  Kompol Arthur Sameaputi, SIK ini, dilepas oleh Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dalam sebuah apel pemberangkatan di halaman Gedung Baharkam, Mabes Polri, Jakarta, pada Januari lalu. Mereka ditugaskan dalam misi pemeliharaan perdamaian di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Uni Afrika dalam misi UNAMID (United Nations African Mission In Darfur) di Darfur, Sudan.

Salah satu personel yang dikirim dalam misi tersebut adalah Ipda Rumpoko,SH yang merupakan pengiriman asal Polres Bantul Polda DIY. Polda DIY sendiri mengirimkan tiga personel terbaiknya dalam misi ini, termasuk dirinya.

Dalam Satgas Garbha II FPU Indonesia 9 ini, Ipda Rumpoko, SH menduduki jabatan sebagai Danru 3 Platon Alpha. Di Sudan, pria kelahiran Sleman, 2 Juli 1979 ini, rencananya akan bertugas selama satu tahun, yakni dari 21 Januari 2017 s.d 21 Februari 2018.

Selama bertugas disana, Ipda Rumpoko,SH bersama rekan-rekannya dan kontingen dari negara lain, bertugas untuk memelihara perdamaian pasca penandatanganan perjanjian perdamaian Konflik Darfur pada 2011 lalu.

Konflik di Darfur sendiri meletus pada tahun 2003, yang menyebabkan jutaan manusia terpaksa mengungsi di IDP (Internally Displaced Persons) camps, dan sekitar ratusan ribu orang terbunuh akibat konflik berkepanjangan yang melibatkan faksi-faksi pemberontak yang melawan pemerintah Sudan.

Selain itu, personel yang tergabung dalam Satgas Garbha II FPU Indonesia 9 ini juga melaksanakan tugas-tugas taktis lainnya seperti patroli, pengawalan, monitoring, perlindungan terhadap aset PBB dan masyarakat, serta memberikan pelatihan-pelatihan kepada polisi lokal.

“Suatu kebanggaan bagi saya pribadi karena bisa bergabung dalam Satgas Garbha II FPU Indonesia 9 ini. Dimana saya berkesempatan untuk berperan langsung dalam mewujudkan perdamaian dunia,” ujarnya kepada Humas Polres Bantul melaui pesan WhatsApp Messenger, Rabu, 8 Maret 2017.

Bagi perwira yang terakhir menjabat Kanit Dikyasa Sat Lantas Polres Bantul ini, cuaca dingin di Sudan yang mencapai 3° C merupakan tantangan tersendiri buatnya, karena harus bersusah payah untuk beradaptasi. Namun hal tersebut tidak menjadi halangan dan seiring berjalannya waktu, ia bersama rekan-rekannya sudah mulai terbiasa dengan kondisi tersebut. “Selain itu penggunaan air di sini harus ekstra hemat,” katanya.

Dijelaskannya, tugas-tugas yang diemban Satgas Garbha II FPU Indonesia 9 di Sudan antara lain adalah memberikan dukungan kepada Individual Police Officer PBB untuk melaksanakan program-programnya, memberikan perlindungan kepada personel PBB, termasuk fasilitas, instansi, perlengkapan, serta memberikan keamanan untuk pergerakan staf PBB dan pekerja kemanusiaan Internasional.

Juga memberikan perlindungan kepada komunitas sipil yang rentan terhadap ancaman tindak kekerasan dengan melakukan patroli “Confidence Building” dan pengawalan, memberikan kontribusi keamanan di lingkungan IDP (Internally Displaced Persons) camps serta mendorong para pengungsi lokal dalam IDP itu untuk kembali ke tempat tinggalnya masing-masing, serta tugas-tugas kepolisian lain seperti pengendalian massa dan pengawalan VIP.

“Saat ini Satgas Garbha II FPU Indonesia 9 memiliki Area Of Rensponsbility (AOR) di Kota El Fasher, ibukota Darfur utara,” ungkapnya.

Dijelaskannya, tugas rutin yang sementara ini menjadi tanggung jawab FPU Indonesia adalah pengawalan individual UNAMID untuk melaksanakan Community Policing di tiga IDP camps besar di El Fasher, yaitu Al Salaam, Abu Shouk dan Zam Zam.

“Semoga tujuan mulia kami dalam memelihara perdamaian dunia pada umumnya, dan perdamaian di Sudan pada khususnya dapat terwujud. Dan seluruh tim, dapat kembali ke Indonesia dengan selamat,” pungkasnya. (Humas Polres Bantul)


Tribrata News Bantul
Tribrata News BantulUpdated: 21:07

0 komentar:

CB