Merusak Lingkungan, Penambangan Pasir Ilegal di Sanden Akan Ditutup

Posted by Humas Polresbantuldiy on 14:42

Pemda Bantul bersama OPD terkait, didampingi jajaran Muspika Sanden melaksanakan inspeksi penambangan pasir ilegal di wilayah Kecamatan Sanden, Kamis (14/9/2017) pukul 10.00 Wib.

Kegiatan inspeksi dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas kerusakan lingkungan di  sekitar lokasi tambang yang dapat membahayakan masyarakat sekitar. Inspeksi dilaksanakan pada 2 lokasi tambang yaitu Dusun Karanganyar, Gadingharjo dan Dusun Ngepet, Srigading, Sanden.

Rombongan inspeksi dipimpin Wakil Bupati  Bantul H. Abdul Halim Muslih didampingi PLT Kasat Pol PP Kab. Bantul Jati Bayubroto, Inspektoran Hermawan Setiaji, SIP, MH, Dinas Pertanian, Kasi Kerusakan Lingkungan DLH Bantul Suharto, AMd, Forpi (Forum Pemantau Independen), Kapolsek Sanden AKP Riwanta beserta anggotanya, Kasi Tantrib Kec. Sanden, Lurah DesaGadingharjo Aan Indra Nursanta, SS,  Kadus Karanganyar.

Hasil inspeksi antara lain didapati, jalan infrastruktur proyek provinsi rusak, karena tergerus kegiatan penambangan. Hal tersebut membahayakan bagi warga yang akan melintas karena jalan bisa ambrol. Dampak penambangan pasir secara liar di Desa Srigading (Utara JJLS) maupun Sultan Ground ditemukan infrastruktur Jalan Usaha Tani yang rusak karena kegiatan penambangan.

Lurah Desa Gadingharjo Aan Indra Nursanta, SS dalam kesempatan tersebut menyampaikan, tahun 2014 tambang di Desa Gadingharjo sudah pernah ditutup dengan membuat cor bis beton untuk menutup akses truck penambang namun dibuka kembali oleh warga dengan merusak cor bis beton.

"Terus terang kami bingung, posisi saya berada di tengah-tengah antara melestarikan lingkungan dan kepentingan warga, dimana sebagian besar warga juga turut menambang di area tersebut," kata Lurah Desa Gadingharjo.

Sementara itu, Wakil Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih saat melakukan inspeksi mengatakan, proyek penambangan pasir ilegal ini harus dihentikan karena sudah menimbulkan kerusakan insfrastruktur jalan. Kalau sampai menimbulkan kerusakan yang lebih parah, Pemerintah Desa yang disalahkan, katanya.

Jalan di sekitar lokasi tambang yang sudah mengalami kerusakan harus ditutup untuk sementara waktu karena hal tersebut menyangkut keselamatan jiwa masyarakat, imbuhnya.

Abdul Halim berpesan kepada Lurah Gadingharjo agar segera melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat terkait penutupan tambang di Dusun Karanganyar, jangan sampai terkesan ada pembiaran. Kita harus tegas kepada warga terkait penutupan tambang ilegal yang sampai merusak lingkungan, pungkasnya.

Selama kegiatan inspeksi berlangsung personil Polsek Sanden melaksanakan pengamanan hingga acara selesai dalam keadaan aman tertib. (Sihumas Polsek Sanden)


Tribrata News Bantul
Tribrata News BantulUpdated: 14:42

0 komentar:

CB