Aiptu Haru Mulyana Hadiri Majelis Dzikir dan Sholawat Dusun Ngimbang

Posted by Humas Polresbantuldiy on 13:49

Bhabinkamtibmas Desa Pendowoharjo Aiptu Haru Mulyana menghadiri Majelis Dzikir dan Sholawat bersama Habib Musthofa Sayyidi bin Abdurrahman Baraqbah (Pembina Majelis Al-Khidmah Bantul) dan Habib Umar Abdul Qodir Qutban di Dusun Ngimbang Pendowoharjo Sewon, Minggu (21/01/2018) malam.

Dzikir dan sholawat dilaksanakan dalam rangka perezmian jalan corblok kampung Pacetan RT 20 Dusun Ngimbang.

Hadir pula dalam dzikir dan sholawat tersebut Panit II Binmas Polsek Sewon Iptu Jumardiono yang mewakili Kapolsek Sewon, Lurah Desa Pendowoharjo H. Hilmi Hakimudin S.Pd.I, Dukuh Ngimbang Munjiya, Ketua RT 20 RT Warsito, tokoh masyarakat dan warga setempat.

Lurah Desa Pendowoharjo dalam sambutannya menyampaikan keberadaan infrastruktur disebuah wilayah sangat menentukan maju mundurnya berbagai sektor. Mulai pendidikan, kesehatan hingga aktivitas lainnya. Oleh sebab itu dengan pembangunan jalan  tersebut memberikan manfaat secara umum kepada masyarakat. Selain itu,  Lurah Pendowoharjo juga merasa sangat terbantu dengan kerja keras warga di Pacetan RT 20 mampu melakukan pengecoran jalan secara bergotong Royong.

"Tanpa ada partisipasi dan kesadaran, serta rasa memiliki dari masyarakat kampung Pacetan ini tentunya tidak akan terlaksana pembangunan jalan ini. Karena jalan tersebut dibangun dengan mengandalkan sumber dari sawadaya masyarakat dan Pemkab Bantul,” jelasnya

Dalam tausiahnya Habib Musthofa Sayyidi bin Abdurrahman Baraqbah menyampaikan manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Saling melengkapi dan hidup penuh dalam nuansa kebersamaan. Memiliki nilai-nilai interaksi, mempunyai kemampuan saling beradaptasi, dan kekuatan untuk membangun sebuah sinergi. Karena manusia merupakan makhluk sosial, maka dibutuhkan rasa kerjasama, tenggangrasa dan saling toleransi juga bahu-membahu satu dengan lainnya.

Sebab secara umum tujuan kehidupan manusia itu, apapun agamanya, sukunya, kelompoknya, dan perbedaan prinsipil lainnya memiliki satu tujuan yaitu kebahagiaan hakiki di dunia dan akhirat. Maka sudah sepantasnya kita untuk saling tolong-menolong  diantara sesama manusia, saling mengajak untuk berbuat kebaikan dan menjauhkan keburukan sejauh-jauhnya. Menuai maslahat atau kebaikan secara bersama-sama.

Dalam hal saling tolong-menolong dan gotong-royong pada konteks yang ma’ruf, Nabi Muhammad SAW juga menjabarkan pentingnya gotong-royong, sebab Islam merupakan ajaran penuh dengan kebaikan. Senantiasa mengajarkan berfikir positif dan berusaha untuk berlaku baik terhadap sesama manusia lainnya, kaum muslim dianjurkan juga untuk melakukanya kepada mereka yang selain muslim. Islam sangat menghormati dan menjunjung tinggi nilai - nilai keadilan.

Sehingga dalam hal gotong royong dimana hal tersebut membutuhkan adanya pemeran - pemeran dari agama berbeda, tetap sebagai seorang muslim kita harus berlaku adil terhadap mereka yang non muslim, dengan ketentuan tidak mencederai akidah seorang muslim dan tidak menjatuhkan ia kedalam kendali kemaksiatan, jadikanlah hal tersebut merupakan ladang dakwah tersendiri bagi orang yang beriman. (Sihumas Polsek Sewon)


Tribrata News Bantul
Tribrata News BantulUpdated: 13:49

0 komentar:

CB