Polres Bantul Peduli Serahkan Bantuan untuk Sumilah, Nenek Penjual Kain Jarik Bekas

Posted by Humas Polresbantuldiy on 20:14

Berita memilukan tentang seorang nenek yang menjual kain jarik bekas untuk membeli susu cicitnya benar-benar telah mengundang keprihatinan berbagai pihak, termasuk Polres Bantul.

Untuk itu, melalui program Polres Bantul Peduli, Waka Polres Bantul Kompol Mariska FS SH SIK menyerahkan bantuan berupa peralatan bayi dan uang tali asih kepada Nenek Sumilah (70) dan cicitnya Dila Putri.

Bantuan diserahkan di kediaman Kapolsek Imogiri Kompol Purwadi SI.Kom MA di Jalan Paingan 7 No 101 RT 05/RW 05 Maguwoharjo Depok Timur Sleman, Jumat (19/1/2018) siang. Seperti diketahui, Nenek Sumilah bersama cicitnya, untuk sementara waktu ditampung di rumah Kapolsek Imogiri hingga menunggu perkembangan lebih lanjut.

Rona bahagia terpancar dari wajah Nenek Sumilah tatkala menerima bingkisan yang diserahkan langsung Waka Polres. Didampingi Kapolsek Imogiri beserta Ibu, dia mengaku sangat berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

“Saya mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan Bapak-Bapak Polisi kepada saya dan cicit saya,” ujar Nenek Jumilah terharu.

Dalam kesempatan tersebut Waka Polres berpesan, supaya Nenek Sumilah tabah menghadapi cobaan yang sedang dihadapi bersama cicitnya. “Semoga nenek Sumilah tabah menghadapi cobaan ini, dan semoga segera ditemukan solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan ini,” harap Waka Polres.

Dalam kesempatan tersebut, Waka Polres juga menyempatkan diri untuk menggendong Dila Putri yang masih beruisa 3 bulan.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, seorang  nenek berusia 70 tahun bernama Sumilah, warga Sowangsan RT 04, Desa Karangtalun Imogiri diamankan ke Mapolsek Imogiri, Rabu (18/01/2018) siang sekitar pukul 12.30 WIB.

Nenek tersebut menggendong bayi hendak menjual beberapa jarik bekas di Warung Camilan Sarehan untuk membeli susu buat cicitnya bernama Dila Putri.

Di tengah keadaan ekonomi yang serba kekurangan, nenek miskin ini kebingungan untuk memberi makan bayi yang baru berumur tiga bulan. Yang terbesit dalam pikirannya, bagaimana mendapatkan uang untuk membeli makan untuk si bayi.

Ia tak mempunyai harta ataupun benda berharga lainnya untuk dijual, sehingga ia memilih untuk menjual jarik bekas miliknya. Sejak pagi hari, kata si nenek, cicitnya belum makan apapun dan hanya minum air putih. Sedangkan, ibu kandung bernama Suprihatin tak mau mengurusinya lagi karena kerja di wilayah Parangtritis.

Warga yang iba dengan kondisi nenek renta dan bayi tersebut kemudian melaporkan ke Mapolsek Imogiri. Mendapat laporan, beberapa anggota polisi langsung menuju tempat kejadian perkara.

“Saya mau jual jarik untuk beli susu. Bayi belum makan. Saya juga belum makan dari pagi,” ujar Sumilah kepada petugas Polsek Imogiri.

Kapolsek Imogiri Kompol Purwadi mengatakan, bayi kemudian dibawa ke Puskesmas Imogiri untuk dicek kesehatannya. Dari hasil pemeriksaan sementara, kondisi bayi cukup memprihatinkan lantaran kurang asupan makanan.

“Kondisi bayi lemah, tadi dicek dokter kurang asupan makanan,” ujarnya.

Selain kurang asupan makanan, bayi dengan berat tiga kilogram tersebut belum pernah tersentuh pihak medis, sehingga kesehatan sang bayi terabaikan dalam kurun tiga bulan terakhir.

Dokter Puskesmas Imogiri, dr Agung Prakoso mengatakan, kondisi kesehatan bayi tidak normal karena berat bayi diangka tiga kilogram sedangkan usianya tiga bulan. Dengan usia tersebut idealnya bobot bayi antara 4 sampai 5 kilogram.

“Tidak normal bobotnya, karena memang kurang asupan makanan, bayi juga belum pernah diimunisasi. Tadi ditemukan dot isinya teh untuk kasih makan bayi. Dan setelah kelahiran, sama sekali bayi belum pernah ke Bidan atau Puskemas,” jelasnya.

Selain itu, kondisi fisik bayi tampak lemah lantaran tidak diberikan air susu ibu. Seharusnya, enam bulan pasca melahirkan bayi malang tersebut harus diberikan ASI eksklusif.

“Dari keterangan buyutnya, belum pernah dikasih ASI eksklusif. Saat ini kondisi (bayi) kita pantau terus,” tandasnya.

Buyut Dila Putri, Sumilah mengatakan, ibu bayi belum pernah memberikan ASI kepada bayinya. Bayi malang tersebut terkadang diberi susu formula jika tidak ada diberikan makanan nasi.

Untuk sementara Nenek Sumilah dan Dila Putri ditampung di rumah Kapolsek Imogiri sambil menunggu perkembangan lebih lanjut.

Kapolsek Imogiri menambahkan, bahwa Ny Sumilah tidak memiliki rumah. Selama ini ikut anaknya Ny Warni di Sowangsan Karangtalun  Imogiri. Dijelaskannya tentang silsilah keluarga Ny Sumilah, ia mempunyai seorang anak  bernama Ny Warni. Kemudian Ny Warni memiliki anak bernama Suprihatinah. “Bayi itu merupakan anak dari Ny Suprihatinah yang sekarang bekerja di Parangtritis,” ujarnya. (Humas Polres Bantul)


Tribrata News Bantul
Tribrata News BantulUpdated: 20:14

0 komentar:

CB