Sarasehan Pemuda Anti Narkoba dan Anti Kekerasan

Posted by Humas Polresbantuldiy on 08:32

Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat. Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat berbahaya penghancur syaraf. Sehingga pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kasat Resnarkoba Polres Bantul AKP Andhyka Donny Hendrawan MB SH SIK saat menjadi narasumber dalam Sarasehan Pemuda Anti Narkoba dan Anti Kekerasan di Pasar seni Gabusan alan Parangtritis Km 9, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Minggu (28/1/2018).

Lebih lanjut AKP Andhyka menjelaskan, sasaran dari penyebaran Narkoba ini adalah kaum muda atau remaja. Kalau dirata- ratakan, usia sasaran narkoba ini adalah usia pelajar, yaitu berkisar umur 11 sampai 24 tahun. Hal tersebut menandakan bahwa bahaya narkoba sewaktu- waktu dapat mengincar anak didik kita kapan saja baik di lingkungan tempat bermain atau bahkan bisa di lingkungan sekolah.

Ia juga menyampaikan upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan pelajar, sudah seyogianya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap generasi muda.

“Untuk itu saya mengajak kepada pihak yang berwenang untuk melakukan upaya-upaya yang lebih nyata salah satunya dengan melakukan kerja sama melakukan penyuluhan tentang bahaya Narkoba, atau mungkin mengadakan razia secara mendadak dan secara rutin,” katanya.

Ia juga berpesan pentingnya pendampingan dari orang tua siswa itu sendiri dengan memberikan perhatian dan kasih sayang. Karena salah satu penyebab terjerumusnya anak-anak ke dalam lingkaran setan ini adalah kurangnya pendidikan moral dan keagamaan yang mereka serap, sehingga perbuatan tercela seperti ini pun akhirnya mereka jalani.

“Pihak sekolah harus melakukan pengawasan yang ketat terhadap gerak-gerik anak didiknya, karena biasanya penyebaran (transaksi) Narkoba sering terjadi di sekitar lingkungan sekolah. Yang tak kalah penting adalah, pendidikan moral dan keagamaan harus lebih ditekankan kepada siswa,” tambahnya.

Sementara itu Wakil Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini selain untuk silaturahmi juga untuk meningkatkan persatuan kekompakan, kebersamaan dan gotong royong untuk perbaikan pembangunan di Kabupaten Bantul dimana masyarakat Bantul mempunyai cita cita untuk meningkatkan  kehidupan yang agamis dan berupaya untuk menekan dan bahkan menghilangkan kebiasaan kebiasaan generasi penerus dari bahaya narkoba dan kenakalan yang menjurus ke dalam tindakan kriminal.

Tentu hal tersebut tidak lah mudah merupakan PR dan ditanggung jawab kita bersama bukan hanya pemerintah saja namun peran aktif dari warga masyarakat terutama pemuda nya dimana secara bersama- sama utk mengatasi hal tersebut.

Sebelum menutup sambutannya H Abdul Halim Muslih mengajak segenap komponen yang hadir dalam acara tersebut untuk bersama sama membangun Bantul, Bantul yang cerdas, Bantul yang sejahtera demi kemajuan bersama-sama dan mari kita lawan narkoba yang merusak generasi muda.

Acara Sarasehan Pemuda Anti Narkoba dan Anti Kekerasan ini terselenggara atas kerja sama Kapolres Bantul dan Chex Zhut Family se Kabupaten Bantul. kegiatan dihadiri oleh Wakil Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih, Kapolres Bantul yang diwakili oleh Kasat Narkoba Polres Bantul AKP Andika  Dhoni S.I.K, Anggota DPRD komisi D kabupaten Bantul dari fraksi PKB Subhan Nawawi, Wadan Ramil Kapten Inf. Rajiko ,Ketua ICJ Yogyakarta Antok Sumantri dan diikuti 300 orang peserta dari organisasi Chek Zhut. (Sihumas Polsek Sewon)


Tribrata News Bantul
Tribrata News BantulUpdated: 08:32

0 komentar:

CB