Ipda Wiyono Menghadiri Dialog Politik Dibalai Desa Donotirto

Posted by Humas Polresbantuldiy on 07:58

Panit Intel Ipda Wiyono menghadiri Dialog Politik yang diselenggarakan oleh Kesbangpol Bantul di balai desa Donotirto, Kretek. Selasa (06/03/2018) pukul 09.00 wib.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Politik dan Kebangsaan Dalam Negeri Kesbangpol Bantul Supriyanta,Anggota Komisi A DPRD Bantul Pambudi Mulya,Komisioner KPU Bantul Titik Iswayatun Khasanah,Akademisi dari UMY Bambang Eka Cahyo,Lurah Desa / Kasi Pemerintahan se Kec. Kretek, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda dengan tema "Membangun Demokrasi Dari Desa".

Kasi Politik dan Kebangsaan dalam Negeri Kesbangpol Bantul Supriyanta dalam sambutanya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program kemendagri agar pemda menyelenggarakan sosialisasi Pemilu 2019, kegiatan ini mendapat dukungan dari DPR, diharapkan nantinya masyarakat dapat memehami tentang budaya politik serta pemahaman tentang Pemilu 2019. Untuk itu mohon partisipasi aktif para peserta dan mohon agar peserta dapat meneruskan informasi informasi terkait kegiatan ini kepada warga masyarakat yang lain, tutupnya.

Adapun Anggota Komisi A DPRD Bantul Drs Pambudi Mulya dalam penyampaiannya bahwa acara ini terselenggara atas sinergitas antara kesbang pol untuk menghadapi hajat nasional Pemilu serentak 2019 yaitu untuk memilih presiden, DPR serta DPD. Pemilu 2019 mendasari UU No 7 tahun 2017 tentang UU Pemilu dan PKPU No. 5 Tahun 2018.Komisi A bermitra dengan kesbangpol, KPU untuk mensosialisasikan regulasi tentang Pemilu 2019 agar masyarakat dapat memahami.
Parpol peserta Pemilu 2019 secara nasional ada 14 parpol, namun saat ini masih menunggu perkembangan gugatan dari beberapa parpol.

Harapan kami pemilu khususnya di kec Kretek dapat berjalan dengan maksimal, tingkat partisipasi maayarakat bagus. Terkait dapil sampai saat ini belum diputuskan, pungkasnya.

Adapun Komisioner  KPU Bantul Titik Iswayatun Khasanah menyampaikan Sosialisasi Pemilu 2019 antara lain : Bahwa pemilu 2019 nanti akan diselenggarakan  pada hari rabu tanggal 17 april 2019 serta menjelaskan perbedaan dengan pemilu 2014 antara lain :
Pada pemilu 2019 nanti pemilih akan mendapatkan 5 kartu suara sedangkan pada pemilu 2014 hanya mendapat 4 kartu suara. Pada pemilu 2014 pemilihan pasangan presiden dan wakil presiden ada jeda setelah pemilihan pileg, sedangkan pada pemilu 2019 nanti serentak sekaligus akan memilih pasangan presiden dan wakil presiden,tentang rekapitulasi suara, pada pemilu 2014 rekapitulasi ke PPS dulu sedangkan pemilu 2019 nanti rekapitulasi dari KPPS langsung ke PPK.

Lebih lanjut  dijelaskan tentang tahapan program dan jadwal penyelenggaraan pemilu 2019. Untuk saat ini pembentukan badan ad hock PPS dan PPK se kab bantul dan pada tanggal 9 nanti akan dilakukan pelantikan di hotel ros in.

Sedangkan dasar hukum penyelenggaraan Pemilu 2019 adalah : UU No 7 tahun 2017 dan PKPU. no 5 tahun 2018.

Semoga nanti ada kebijakan TPS keliling untuk melayani pemilih yang tidak dapat datang langsung ke TPS misalnya pemilih yg sedang sakit maupun penyandang disabilitas, pungkasnya.

Sedangkan Akademisi dari UMY Bambang Eka Cahya Widada menyampaikan :perlu dipahami budaya politik apabila dalam pemilu para masyarakat / pemilih menentukan pilihannya karena adanya sejumlah uang, maka sama saja masyarakat telah menggadaikan kedaulatan selama 5 tahun kedepan. Maka menghimbau kepada masyarakat agar memilih sesuai dengan hati nuraninya bukan karena uang.

Demokrasi bisa murah apabila semua unsur berlaku jujur, selama ini demokrasi mahal karena para pemimpin maupun masyarakat berpikiran atas dasar uang,masyarakat bisa merubah demokrasi yang bersih yaitu dengan menangkal money politic.Pekerjaan yang besar untuk membangun demokrasi yang bersih adalah memberikan pendidikan kewargaraan yang hilang, selama ini masyarakat diposisikan hanya sebagai kawulo (pengikut), bukan sebagai warga negara.

Diakhir sambutannya berharap untuk bersama sama membangun demokrasi dari bawah yaitu dari desa, demokrasi tidak bisa dibangun dari atas. Kita bangun budaya politik yang baik untuk mengembalikan kedaulatan di indonesia,tutupnya. (Sihumas Polsek Kretek)


Tribrata News Bantul
Tribrata News BantulUpdated: 07:58

0 komentar:

CB