Personel Polsek Kasihan Amankan Ritual Cembengan Pengantin Tebu

Posted by Humas Polresbantuldiy on 08:42

Personel Polsek Kasihan mengamankan ritual cembengan atau resepsi pengantin batang tebu yang digelar di Pabrik Gula (PG) Madukismo.

Sepasang temanten tebu bernama Kyai Sukro dan Nyai Manis diarak dengan berbagai iring-iringan. Kyai Sukro dan Nyai Manis diantar ke Masjid an-Nur, di Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Bantul, Jumat (6/4/2017) sore.

Di masjid an-Nur sepasang temanten tebu tersebut diijab kabulkan. Layaknya prosesi pernikahan pada umumnya, ijab kabul pernikahan temanten tebu ini juga memakai mahar yakni sebesar Rp 82.000.

Proses pernikahan sepasang temanten tebu ini merupakan Tradisi Cembengan, sebuah tradisi yang menandakan awal musim giling tebu di PG Madukismo. Tradisi ini dilaksanakan tiap tahun dengan maksud agar hasil gula melimpah.

Pantauan detikcom, pemandangan berbeda tampak saat kirab temanten tebu berlangsung. Secara tiba-tiba hujan turun. Namun hal tersebut tidak menyurutkan niat para peserta kirab mengantarkan Kyai Sukro dan Nyai Manis.

Direktur PT Madu Pabrik Gula PS Maduksimo, Rahmad Edy Cahyono mengatakan, prosesi kirab temanten tebu sudah menjadi agenda rutin tahunan. Harapannya pabrik gula satu-satunya di DIY ini menghasilkan gula melimpah.

"Filosofi mengawinkan Kyai Sukro dan Nyai Manis diharapkan dapat memberikan keturunan berupa tanaman tebu yang banyak dan berkualitas. Tebu manten ini akan menjadi tebu pertama yang akan digiling," jelas Edy kepada wartawan, Jumat (6/4/2018).

"Proses giling sendiri rencana akan dimulai pada Kamis legi, 26 April 2018 dan diharapkan selesai akhir Oktober 2018. Atau akan berjalan kurang lebih 173 hari dengan kapasitas giling harian rata-rata 3.500 ton tebu/hari," lanjutnya.

Menurutnya, jumlah tebu yang akan digiling di tahun 2018 diperkirakan sebanyak 503.880 ton. Tebu tersebut berasal dari tebu rakyat kemitraan maupun tebu rakyat mandiri dari 10 kabupaten di wilayah DIY dan Jawa Tengah.

"Kesepuluh kabupaten tersebut yakni Bantul, Sleman, Kulon Progo, Gunungkidul, Magelang, Temanggung, Purworejo, Kebumen, Sragen dan Purbalingga. Total keseluruhan areal lahan tebu seluas 7.599 hektare," ungkapnya.

Edy melanjutkan, jumlah gula yang akan dihasilkan diperkirakan sebanyak 37.000 ton. Kemudian, juga akan diolah raw sugar sebanyak 50.000 ton yang diperkirakan menjadi gula pasir sebanyak 46.000 ton.

"Gula seluruh produksi akan dialokasikan untuk mencukupi kebutuhan gula konsumsi langsung masyarakat DIY dan Jateng Selatan. Jumlah kebutuhannya diperkirakan sebesar 136.000 ton per tahun," tutupnya. (Humas Polsek Kasihan)


Tribrata News Bantul
Tribrata News BantulUpdated: 08:42

0 komentar:

CB