Evaluasi Kalpataru Kategori Perintis Lingkungan Tingkat DIY

Posted by Humas Polresbantuldiy on 07:12

Tim Badan Lingkungan Hidup DIY melaksanakan Evaluasi Kalpataru Kategori Perintis Lingkungan Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2018. Verifikasi Calon Penerima Penghargaan Kalpataru dilakukan kepada Sumarna seorang petani warga Jalan Samas Sogesanden RT 77 Srigading, Sanden, Bantul untuk kategori Perintis Lingkungan.

Kegiatan verifikasi lapangan dilaksanakan di Lahan Pasir Kelompok Tani "Pasir Makmur" Samas, Srigading, Jum'at (04/05/2018) jam 10.00 Wib. Kegiatan ini dihadiri oleh Tim evaluasi dari Propinsi DIY yang dipimpin Sri Lestari, Kasi Kerusakan Lingkungan DLH Bantul Suharto, AM.KL, Kasat Polair AKP Haryanto, Camat Sanden, Kapolsek Sanden AKP Riwanta bersama jajaran Muspika plus, Yulianto penyuluh pertanian BPP Sanden, Lurah Desa Srigading, Tim Pembina Kalpataru, Gapoktan.

Lurah Desa Srigading Wahyu Widodo, SE mengatakan, evaluasi ini merupakan kebanggaannya sebagai lurah dimana salah satu masyarakatnya sebagai tokoh pertanian yaitu Sumarno berkesempatan untuk nantinya mendapat penghargaan tertinggi terkait lingkungan yaitu Kalpataru. Wahyu berharap, kedepan Sumarno bisa menjadi contoh dan tauladan terkait kiprahnya yang mencerminkan dan memanifestasikan dalam membentuk masyarakat yang berkarakter mandiri dan unggul. Lebih lanjut Wahyu berharap, Sumarno bisa lolos dan maju ke tingkat nasional.

Kasi Kerusakan Lingkungan DLB Bantul Suharto, AM.KL menjelaskan bahwa sebelum diolah menjadi lahan pertanian, dulunya lahan pasir ini kodong tidak bermanfaat. Setelah dirintis Sumarno bersama anggota kelompok tani kini menjadi lahan pertanian yang bisa berkembang dan produktif baik untuk budidaya lombok, bawang merah dan sayuran.

Sumarno dalam paparannya menjelaskan bahwa awal mula merintis lahan pasir yang merupakan lahan marginal menjadi lahan pertanian menjadi bahan tertawaan teman teman petani. Namun berkat usaha kerasnya dengan berbagai macam teknologi yang beliau kembangkan, lahan pasir itu menjadi lahan pertanian yang produktif. Saat ini Sumarno dan anggotanya memanfaatkan sistem irigasi kabut yang dia pakai sampai sekarang. Dengan inovasi ini bisa hemat air dan kebutuhan air bisa terukur dan terkontrol. Irigasi sistem kabut ini adalah inovasi hasil penemuan Sumarno sendiri dan terbukti sangat efektif digunakan pada lahan pasir.

"Saya akan selalu mengembangkan lingkungan agar tetap terjaga dan bisa memberikan nilai tambah yang berujung meningkatkan kesejahteraan petani serta dukung pemerintah dalam swasembada pangan," ujar Sumarno.

Sementara itu, Sri Lestari dari tim evaluasi menyatakan bahwa yang paling penting dalam evaluasi kalpataru ini adalah bisa memberi dampak positif bagi warga sekitar. Harapannya, Sumarno bisa lolos verifikasi tingkat Propinsi dan bisa lolos ke Nasional. (Humas Polsek Sanden)


Tribrata News Bantul
Tribrata News BantulUpdated: 07:12

0 komentar:

CB