Pengamanan Lomba Desa tingkat DIY 2018 Di Desa Ngestiharjo

Posted by Humas Polresbantuldiy on 08:20

Personil Polsek Kasihan mengawal Tim Penilai/Verifikasi Lapangan Lomba Desa Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tahun 2018 di Desa Ngestiharjo, di Jl. Wates No. 31 Dusun Kadipiro Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Senin (7/5/2018) pukul 08.00 wib.

Sebelum kedatangan tim penilai, masyarakat tumpah ruah memenuhi jalan dan Balai Desa Ngestiharjo. Keramaian masyarakat terbagi mulai dari kirab budaya, anak sekolah dan paduan suara.

Verifikasi lapangan  tersebut dihadiri oleh Bupati Bantul Drs. H. Suharsono, Asisten I Bidang  Pemerintahan Kabupaten Bantul Drs. Hilmi Jamharis, MM.,Waka Polres Bantul  Kompol Marisa Fendi Susanto, SH. SIK,  Kasdim Bantul Mayor Inf. Suwarno, Camat Kasihan Drs. Susanto, MPA,. Kapolsek Kasihan Kompol Supardi, KUA Kasihan Drs. H. Imam Mawardi, M.S.I., Kepala Puskesmas Kasihan II Eko Budi Santoso, SST.M.Kes, Lurah Desa Ngestiharjo Oni Oktavani, Pamong Desa, BPD, LPMD, Toga, Tomas, Karangtaruna, PKK dan undangan.

Bupati Bantul Drs. H Suharsono dalam sambutanya menyampaikan perlombaan desa sudah seharusnya menjadi instrument sosiologis untuk mempertahankan partisipasi masyarakat dalam bentuk kegotong-royongan.

Gotong royong adalah modal sosial bagi desa dan masyarakat untuk bisa merajut kesejahteraan dan menjadi kekuatan yang mandiri. "masyarakat yang mandiri adalah masyarakat yang tidak tergantung dari dinamika sosio-ekonomi di luar desa dan juga kondisi krisis multidimensional yang telah memukul standar kesejahteraan masyarakat," kata Bupati Bantul.

Bupati juga menambahkan bahwa perlombaan desa ini marilah kita jadikan sebagai titik pengungkit keswadayaan dan kemandirian masyarakat dalam tata penyelenggara Pemerintah Desa yang akuntabel dan profesional. Desa harus menjadi ruang pertumbuhan ekonomi masyarakat dan aktualisasi clean good governance.

Menurut Ketua Tim Verifikasi Kepala Biro Administrasi Kesra Propinsi DIY Dra. Puji Astuti, M.Si. sejalan dengan prinsip otonomi daerah yang berlaku sekarang ini, maka pelaksanaan perlombaan desa dan keluarahan harus diselaraskan dengan prinsip otonomi daerah tersebut. Dimana pendekatan akomodir pembangunan partisipatif dan keterlibatan peran serta masyarakat merupakan model yang harus diterapkan dengan situasi kondisi masyarakat saat ini baik di perkotaan maupaun di pedesaan.

Masyarakat diharapkan lebih siap dan mampu membangun sehingga menjadi masyarakat yang maju, sejahtera dan mandiri. Pencanangan evaluasi pemberdayaan masyarakat atau lomba desa diharapkan bukan hanya kegiatan rutinitas dan ceremonial belaka. Namun harus mampu membangun kembali dan meletakkan nilai dasar budaya serta merubah jalan hidup etos kerja masyarakat dengan dilandasi oleh semangat kebersamaan, sehingga mampu mendukung pemberdayaan masyarakat dan keberhasilan membangun desa. Ujar Dra. Puji Astuti, M.Si.

Sementara Lurah Desa Ngestiharjo Oni Oktavani mengatakan bahwa Desa Ngestiharjo berada di Kabupaten Bantul di paling utara. Walapun berbatasan dengan kota tetapi cita rasa kami masih desa. Dengan semangat kegotong-royongan dan juga masyarakat diajak untuk berdiskusi didalam membuat perencanaan dengan musyawarah pedukuhan dan juga dengan musyawarah mufakat, sehingga perencanaan pembangunan Desa Ngestiaharjo sesuai dengan UUD.

Selesai melaksanakan Verifikasi Lapangan Lomba Desa,  Kesan dan Pesan Tim yuri antara lain, Kesan : Masalah pendidikan mantap karena memberikan akses yang luas bagi masyarakat dari pau sampai SLTA  juga SLB serta telah berdiri sekolah berbasis alam, Kelembagaan perempuan telah menempatkan dalam posisi pengambilan keputusan (lurah) dan perencana desa juga perempuan, partisipasi perempuan mencapai 20 persen, Kesehatan secara umum sudah bagus karena tidak ada kematian ibu dan bayi tahun 2016 dan 2017, Apresiasi khusus program Asi eksklusif selain sudah ada kelompok pendamping, ada juga apresiasi pemberian sertifikat kepada ibu yang berhasil menyusui eksklusif 6 bulan, Program  pokok PKK  dan Administrasi sudah bagus, Apresiasi untuk Inovasi provil penduduk dusun Sumberan luar biasa menjadi administrasi masing-masing dan dasa wisma.

Pesan tim yuri  Pendidikan untuk lebih banyak menggunakan metode action learning agar anak tidak cepat bosan dan lebih aktif, Perlu  merapaikan data administrasi sesuai dengan indikator dan penyediaan bukti-bukti kegiatan dari tahun 2016, meskipun ada pergantian pengurus, seharusnya administrasi kepengurusan sebelumnya bisa disiapkan, Swadaya masyarakat perlu dilestarikan dan terus ditingkatkan terutama budaya gotong royong supaya tidak luntur meskipun diperkotaan, Tingkat terus program yang sudah ada untuk mencapai kualitas pelayanan kesehatan, Ada pelatihan untuk para lansia, Fasilitas umum seperti gedung serbaguna tapi toiletnya Cuma satu (perlu ditambah wastafel, perlu pemisah toilet laki-laki dan perempuan)

Kegiatan tersebut selesai pukul 17.00 wib, dengan pengamanan dari Polsek Kasihan dipimpin langsung oleh Kapolsek Kompol Supardi terlaksana dengan aman dan kondusif. (Humas Polsek Kasihan)


Tribrata News Bantul
Tribrata News BantulUpdated: 08:20

0 komentar:

CB