Wisuda Purna Sisqa Angkatan IV MA Unggulan Al Imdad

Posted by Humas Polresbantuldiy on 07:25

Kapolsek Pandak AKP Amir Machmud dan Bhabinkamtibmas Desa Guwosari Bripka Suprihandono, SH menghadiri Wisuda Purna Siswa Angkatan IV Madrasah Aliyah (MA) Unggulan Al Imdad Pondok Pesantren Al Imdad Bantul di Aula Balai Desa Guwosari Pajangan Bantul, Jumat (4/5/2018) jam 14.00 Wib.

Hadir dalam acara ini H. Nadhif, S.Ag, M.S.I.  Kepala Bidang pada Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, Kasubag TU KanKemenag Kabupaten Bantul H Nur Ahmad Ghozali S.Ag M.A, Camat Pandak Dra. Sri Kayatun, Kasi Kemas Kec. Pajangan Drs. Mursana, Kepala KUA Pajangan Suryadi S.Ag, Lurah Guwosari H. Muh. Suharto, Pengasuh Ponpes Al Imdad Drs. H. Habib A. Syakur, MA, Dr. Atthobari Humam Ketua Yayasan Al Imdad, Nyai Humam, KH. Ahmad Murrad Pengasuh Ponpes Al Imdad, Serda Suratmin Babinsa Koramil 18/Pajangan, Kepala Dukuh Bungsing Bpk. Ichwan, Dukuh Kedung Anwar Aswahadi, Orang tua wali, Tamu undangan dan siswa siswi MA Unggulan Al Imdad.

Acara diisi dengan pemgumuman wisuda, pemberian hadiah kepada siswa/santri yang berprestasi dan pemotongan tumpeng menandai ulang tahun Madrasah Aliyah Unggulan Al Imdad ke 6.

Puji Astuti. S.Pd mewakili panitia mengatakan,  wisuda purna siswa angkatan ke IV MA Unggulan Al Imdad pondok pesantren Al Imdad Bantul hari ini mewisuda 59 santriwan dan santri wati dari 61 orang.

Sedangkan Drs. H. Habib A. Syakur, MA dalam sambutannya menyampaikan, Syukur alkhamdulillah kita sudah melakukan acara ini sebanyak 3 kali ini. Para santri-santri di MA Unggulan Al Imdad dalam melaksanakan pengabdian masyarakat banyak membantu, santri diminta untuk memimpin dzikir tahlil, Imam Sholat berjamaah, Sholat Tarawih, mengajarkan mengaji dan kegiatan lainnya. Setelah kelulusan ini, semwntara santri tidak boleh diajak pulang, nanti setelah Sholat idul fitri baru diizinkan pulang berkumpul keluarga. Kita bersyukur dan mohon doa restu, ada satu santri MA Unggulan Al Imdad baru kelas XI yang tembus Musabaqoh Tafsir Al Qur'an bahasa Inggris, rencana nanti Bulan Oktober di Medan. Lulusan dari MA Unggulan Al Imdad banyak yang mendapat beasiswa di perguruan tinggi. Permasalahan yang saat ini kita hadapi, SDM masih terbatas, infrastruktur ponpes Al Imdad masih kurang, namun kita terus berupaya agar bisa baik dan lebih baik lagi, ujarnya.

H. Nadhif, S.Ag, M.S.I. dalam sambutannya menyampaikan selamat atas diselenggarakan acara ini. Saya turut bahagia dan memberi apresiasi setinggi-tingginya semoga pondok pesantren dan MA Unggulan Al Imdad semakin jaya dan bermanfaat dunia dan akhirat untuk masyarakat. Selamat kepada para santri yang telah diwisuda, selama 3 tahun menimba ilmu di MA Unggulan Al Imdad, semoga ilmu yang didapat bisa bermanfaat dunia dan akherat. Kami juga mengucapkan selamat kepada keluarga besar Pondok Pesantren dan MA Unggulan Al Imdad, semoga perjuangan semoga dicatat oleh Alloh SWT menjadi pahala. Tak lupa kepada para wali siswa atas dukungan dan kepercayaannya kepada kami selama ini. Kami harapkan prestasi yang diperoleh tidak berhenti hanya di pondok atau Aliyah saja. Dimanapun kalian berada (siswa) budaya prestasi harus menjadi tradisi dan selalu digelorakan, jadilah yang terbaik diantara yang lainnya.

Saat ini kita sedang menghadapi problem tentang pendidikan Nasional. Pertama, rendahnya religiusitas anak-anak kita. Revolusi mental dicanangkam oleh Presiden untuk pendidikan karakter/akhlak. Salah satu fungsi dari madrasah ini untuk menguatkan kembali pendidikan karakter.

Kedua rendahnya nilai nasionalisme anak-anak kita, ditandai dengan radikalisme, terorisme dan munculnya ormas yang mau melawan NKRI.  Saya bangga ketika masuk disini digelorakan oleh lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan yalal Waton, ubul waton minal iman (cinta tanah air sebagian dari pada iman), ini merupakan upaya penanaman nasionalisme kepada anak-anak kita. Kita sudah berjanji, NKRI harga mati, perbedaan yang ada di bangsa Indonesia kita jadikan spirit untuk semakin mempererat persaudaraan kita, untuk nantinya sebagai perekat negara kesatuan Indonesia.

Yang ketiga, kesadaran anak akan nilai kepedulian, kemandirian, membantu orang tua san sesama telah berkurang, untuk itu perlu dipupuk lagi. Lulusan Al Imdad harus mampu terjun dan membantu masyarakat, katanya.

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh nyai Humam, berakhir jam 16.30 Wib dalam keadaan aman kondusif. (Humas Polsek Pajangan)


Tribrata News Bantul
Tribrata News BantulUpdated: 07:25

0 komentar:

CB