Perkenalan di Facebook Yang Berujung Pembunuhan

Posted by Humas Polresbantuldiy on 11:17

Jumiyati (33) warga Dusun Depok Gilangharjo Pandak Bantul harus meregang nyawa di tangan pria yang baru dikenalnya melalui media sosial Facebook, SY (48). Jasad wanita malang tersebut, ditemukan di area persawahan di Bantul, Rabu (30/5/2018) lalu.

Didepan petugas, SY menceritakan awal mula perkenalannya dengan Jumiyati pada tanggal 25 Mei 2018 lalu. Dalam waktu singkat keduanya sepakat untuk kopi darat.

"Tanggal 25 Mei, berkenalan di Facebook, lalu tanggal 26-nya janjian ketemu," ujar Kapolres Bantul, AKBP Sahat Marisi Hasibuan SIK MH saat menggelar jumpa pers di lobi Mapolres Bantul, Senin (4/6/2018).

Baca juga : Mayat Wanita Tanpa Identitas Ditemukan di Bulak Sawah Dusun Cepoko


Ditambahkan, kemudian pada 29 Mei 2018, keduanya bertemu. Awalnya mereka dua sempat berbuka puasa bersama di depan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul.

"Kemudian jalan berdua ke alun-alun utara, puter-puter di situ mungkin sudah terjadi cekcok. Korban diantar pulang sekitar pukul 21.00 WIB, di Dusun Cepoko ini korban dipukul menggunakan kayu," terangnya.


Baca juga : Terungkap, Ini Identitas Mayat Perempuan Yang Ditemukan di Bulak Dusun Cepoko

Dalam keterangannya, SY mengaku tega membunuh Jumiyati lantaran kesal dimintai uang. Namun ia menolak karena merasa sudah memberi uang sebelumnya. Sesampainya di Bulak Cepoko Bantul dia memukul korban memakai kayu yang berada di lokasi.

Keesokan harinya, mayat Jumiyati ditemukan warga di area persawahan Dusun Cepoko, Desa Trirenggo, Kecamatan Bantul, Bantul, Rabu (30/5/2018) pukul 05.30 WIB. Saat itu tidak diketemukan tanda pengenal pada mayat Jumiyati. Identitasnya diketahui petugas melalui pemeriksaan sidik jari mayat Jumiyati.


Baca juga : Polres Bantul Bekuk Pelaku Pembunuhan Wanita Muda di Bulak Cepoko

Berdasarkan hasil autopsi, diperkirakan Jumiyati meninggal dunia 6 jam sebelum mayatnya ditemukan. Penyebab kematian korban karena kekerasan benda tumpul di belakang kepala yang mengakibatkan patah tulang tengkorak berkeping dan pendarahan otak besar, otak kecil. (Humas Polres Bantul)


Tribrata News Bantul
Tribrata News BantulUpdated: 11:17

0 komentar:

CB