Bhabinkamtibmas Desa Tamantirto Hadiri Sosialisasi Dan Koordinasi Pelaksanaan Bias Dan Skrining Siswa Baru Tahun 2018

Posted by Humas Polresbantuldiy on 11:29

Bhabinkamtibmas Desa Tamantirto Aipda Ari Dwi Purnomo, SH mewakili Kapolsek Kasihan AKP Y. Tarwoco Nugroho, SH menghadiri sosialisasi dan koordinasi pelaksanaan BIAS dan skrining siswa baru tahun 2018, di RM Caoing Ndeso Dusun Ngrame RT 02, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Rabu (01/08/2018) pukul 09.00 WIB.

Kegiatan tersebut diselenggakan oleh UPTD Puskesmas Kasihan I dengan penanggung Jawab Kepala Puskesmas Kasihan I Ibu dr. Ratna Ikawati, dengan narasumber Kepala Survailans dan Imunisasi Dinkes Kabupaten Bantul dr.Abednego Dani Nugroho , dihadiri oleh Camat Kasihan diwakilkan Kasikemas Kasihan  Drs. Cahyono Budi Santoso,  Danramil Kasihan Kapten Inf. Rajiko, Bhabinkamtibmas Desa Tamantirto Aipda Ari Dwi Purnomo, SH, Para bapak Guru UKS dan undangan jumlah 45 orang.

Bulan Imunisasi Anak Sekolah (Bias) adalah bulan dimana seluruh kegiatan imunisasi dilaksanakan di seluruh Indonesia oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Agama dan Menteri Kesehatan.

Imunisasi dalah pemberian vaksin dengan tujuan agar mendapatkan perlindungan (kekebalan) dari penyakit infeksi yang dapat dicegah dengan imunisasi. Tujuan pelaksanaan BIAS adalah mempertahankan Eleminasi Tetanus Neonaturum, pengendalian penyakit Difteri dan penyakit Campak dalam jangka panjang melalui imunisasi DT, TT dan Campak pada anak sekolah. Imunisasi yang diberikan pada BIAS ada tiga jenis yaitu: Campak pada anak kelas I, DT pada anak kelas I,  td pada anak kelas II.

Campak adalah penyakit yang sangat berbahaya untuk bayi dan anak karena sering disertai komplikasi bronchopneumonia yang banyak menyebabkan kematian pada bayi dan anak. Bahaya penyakit campak adalah panas tinggi, radang mulut dan tenggorokan, diare, radang otak, gizi memburuk, radang paru. Cara penularannya secara kontak langsung dan melalui pernafasan penderita. Siswa yang terkena campak sebaiknya tidak diijinkan sekolah sampai sembuh agar tidak terkaji penularan ke teman-temannya. Pencegahannya dengan pemberian imunisasi Campak pada waktu bayi (9 bulan) dan diulang (booster) kembali pada waktu kelas I SD untuk menambah kekebalan seumur hidup.

Difteri Tetanus (DT) Difteri adalah radang tenggorokan yang sangat berbahaya dapat menyebabkan kematian anak hanya dalam beberapa hari saja. Tetanus adalah penyakit kejang otot seluruh tubuh dengan mulut terkancing tidak bisa dibuka. Cara penularan Difteri melalui percikan-percikan ludah penderita waktu batuk dan bersin, melalui sapu tangan, handuk dan alat-alat makanan yang dicemari kuman-kuman penyakit. Sedangkan Tetanus penuralannya melaui tali pusat karena pertolongan persalinan yang tidak bersih/steril, melalui luka (tertusuk paku, beling). Difteri: kerusakan jantung, pernafasan tersumbat. Tetanus: mulut terkancing, kaku, kejang, radang paru. Pencegahannya dengan imunisasi DPT pada saat bayi dan Imunisasi DT pada kelas I SD serta Imunisasi td pada kelas II sebagai ulangan (booster) untuk menambah kekebalan seumur hidup.

BIAS di UPT Puskesmas Kasihan I dilaksanakan 2 kali dalam setahun yaitu pada : Bulan Agustus untuk pemberian imunisasi Campak pada anak kelas I, Bulan Nopember untuk pemberian imunisasi DT pada anak kelas I, td pada anak kelas II. BIAS dilaksanakan di seluruh Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) negeri dan swasta, Adapun Jumlah sasaran SD di wilayah Puskesmas Kasihan I adalah sebanyak 24 SD/sederajat Kelas I sebanyak 761 anak dan Kelas II sebanyak 785 anak.

Sasaran kegiatan BIAS adalah seluruh anak Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) negeri dan swasta, laki-laki dan perempuan. (Humas Polsek Kasihan)


Tribrata News Bantul
Tribrata News BantulUpdated: 11:29

0 komentar:

CB