Pramuka Harus Menjadi Benteng Budaya dan Perekat NKRI

Posted by Humas Polresbantuldiy on 07:53

Selasa (14/8/2018) dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke 57 tahun 2018, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Apel Besar di Stadion Sultan Agung Bantul, tak kurang 15000 anggota Pramuka se Kabupaten Bantul tampak memenuhi area Stadion pagi ini.

Kegiatan dihadiri Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta Ketua Kwarda Gerakan Pramuka DIY GKR Mangkubumi, Sekda DIY, Bupati/Walikota se DIY atau yang mewakili, Jajaran Muspida Kabupaten Bantul, Kepala OPD, Camat, anggota Pramuka dan sejumlah awak media.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam amanatnya, anggota Pramuka merupakan perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia , konsekuensinya Pramuka harus mampu menjadi jembatan generasi milenial yang kuat dan cerdas. " Artinya Pramuka harus kuat dalam menegakkan dan membela Ideologi Pancasila, konsisten dan loyal terhadap jiwa UUD 1945, membela utuh bersatunya NKRI dan kokoh rekatnya semangta Bhinneka Tunggal Ika, " kata Sultan.

Lebih lanjut Sultan mengatakan, Pramuka harus cerdas aktualisasinya dalam jiwa kepramukaan sebagai gerakan kemasyarakatan yang berakar pada kebudayaan sendiri dan berbasis generasi muda. Faktanya meski anggota Pramuka terdiri atas berbagai keragaman etnis, agama, ras, golongan, budaya dan tradisi tetapi disatukan dalam motto bersama Satyaku Dharmakan, Dharmaku Kubaktikan yang diikat oleh tatalaku Dasa Darma, maka Pramuka harus berada di garda terdepan dalam menjaga dan merawat, serta mewujudkan 4 (empat) pilar berbagsa itu.

" Ancaman disintegrasi kini kian nyata, sebagai jembatan generasi milenial yang akan mengambil alih kepemimpinan saat Indonesia Emas nanti, maka Pramuka DIY harus mampu berperan sebagai inisiator dan kreator serta integrator dari kegiatan-kegiatan yang bersifat membangun semangat kebangsaan dan ke-Indonesiaan di kalangan generasi milenial, selain itu diharapkan pula dapat menjadi benteng ketahanan budaya dalam membendung penetrasi perusakan budaya terhadap generasi muda dengan cara pelemahan berbagai aspek kehidupan berbagsa secara massif dan terus-menerus tetapi tanpa kita sadari ancamannya karena bagaikan milik sendiri, " jelasnya.

Namun apresiasi sebagai kreator dan benteng budaya itu, tidak akan bermakna jika Pramuka DIY sendiri tidak bisa membuktikan dirinya sendiri sebagai teladan yang merepresentasikan generasi muda.

Sementara itu ditemui terpisah Bupati Bantul Drs. H. Suharsono mengharapkan apel besar ini sebagai momentum untuk meningkatkan peran dan aktifitas gerakan Pramuka dalam membangun generasi muda yang memiliki watak, kepribadian, karakter dan jati diri bangsa yang kukuh.

Bupati selaku Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bantul mengatakan, Gerakan Pramuka harus mampu menjadi wadah untuk membangun karakter kaum muda melalui berbagai kegiatan yang dilakukan.

Untuk itu, Bupati mengajak anggota Pramuka di Bantul bersemangat mengikuti semua kegiatan dan aktifitas kepramukaan serta bangga menjadi anggota Pramuka.

" Melalui Gerakan Pramuka dapat memupuk mental kepribadian yang kuat, disiplin dan pantang menyerah, " katanya.

Kepada jajaran pengurus Kwarcab dan Kwaran, Bupati mengajak untuk terus mengembangkan Gerakan Pramuka di daerah, tidak hanya di Gugus Depan berbasis sekolah, tetapi juga yang berbasis wilayah serta menigkatkan kemandirian Gerakan Pramuka pada manajemen pengelolaan pendidikan Pramuka.

Menyemarakkan apel besar tersebut ditampilkan pula Tarian Jathilan oleh Anggota Pramuka Bantul dan atraksi marching band dari Madsaba Gita Swara dari Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Bantul.

Selama kegiatan berlangsung personil Polsek Jetis melaksanakan pengamanan hingga acara selesai dalam keadaan aman tertib. (Humas Polsek Jetis)


Tribrata News Bantul
Tribrata News BantulUpdated: 07:53

0 komentar:

CB