Video : Sat Sabhara Polres Bantul Gelar Simulasi Penanganan Pengendalian Massa di KPU Bantul

Posted by Humas Polresbantuldiy on 10:30


Sat Sabhara Polres Bantul menggelar simulasi penanganan pengendalian massa yang terjadi di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul dalam rangka membangun kesiapsiagaan Pemilu Legislatif dan Pilpres Tahun 2019 bertempat di Halaman Utara Gedung DPRD Kabupaten Bantul, Jumat (21/9/2018).

Dalam simulasi tersebut, disimulasikan kesigapan aparat keamanan dalam menghalau massa yang beringas saat menggelar unjuk rasa yang anarkis. Berbagai perlengkapan keamanan dan peragaan dipraktekkan, dari  pleton Dalmas awal, negosiator, pleton Dalmas lanjut, kendaraan Rantis, disusul penindakan oleh Tim Raimas, hingga penindakan oleh Unit Tindak Sabhara Polres Bantul dengan penembakan water canon dan gas air mata.

Kapolres Bantul, AKBP Sahat Marisi Hasibuan SIK MH, melalui Kabag Ops Polres Bantul Kompol Donny Zuliyanto Nugroho ST SH mengatakan dalam simulasi tersebut, dilakukan agar personel lebih siap lagi dalam menghadapi Pemilu Legislatif dan Pilpres Tahun 2019 mendatang.

"Bagi anggota, simulasi ini diharapkan agar mereka yang bertugas sangat paham dengan apa yang mereka lakukan bila terjadinya gangguan keamanan," paparnya.

Adapun dalam simulasi tersebut diceritakan, adanya kerusuhan yang terjadi di  depan Kantor KPU Bantul. Awalnya terdapat massa berjumlah sekitar 300 orang yang bergerak dari Gabusan menuju Kantor KPUD Bantul untuk melakukan unjuk rasa dengan membawa spanduk bertuliskan “KPU curang”, “Ketua KPU harus mundur”, “bakar KPU” dll.

Kemudian tim negosiator diturunkan untuk bernegosiasi dengan massa. Massa yang mencoba masuk ke Kantor KPUD Bantul di hadang oleh pleton Dalmas awal dengan membawa tali Dalmas. Negosiasi dengan perwakilan massa tidak menghasilkan kesepakatan.

Selanjutnya massa mulai tidak tertib dengan memaksa masuk Kantor KPUD Bantul, hingga membuat tim negosiator harus mundur dan pleton Dalmas awal digantikan oleh pleton Dalmas lanjut.

Massa semakin tidak tertib dengan membakar ban dan menutup jalan raya di depan KPUD Bantul serta terjadi aksi dorong dari massa terhadap pleton Dalmas.  Massa semakin tidak terkendali dengan melakukan pelemparan terhadap petugas sehingga pleton bertahan dengan sikap berlindung.

Petugas kemudian melakukan penindakan dengan kendaraan Rantis disusul penindakan oleh tim Raimas untuk menghalau massa. Aksi massa tidak mereda bahkan semakin anarkis dengan melakukan perusakan terhadap fasilitas umum, penjarahan dll. Sehingga dilakukan penindakan oleh Unit Tindak Sabhara Polres Bantul dengan penembakan water canon dan gas air mata. Massa kemudian berhasil dibubarkan dan situasi dapat dikendalikan. (Humas Polres Bantul)



Tribrata News Bantul
Tribrata News BantulUpdated: 10:30

0 komentar:

CB