Kapolres Bantul Hadiri Upacara Pemberangkatan Peleton Beranting Yuhdha Wastu Pramuka Jaya Kodam IV/Diponegoro

Posted by Humas Polresbantuldiy on 07:50

Kapolres Bantul AKBP Sahat Marisi Hasibuan SIK MH menghadiri Upacara pemberangkatan Peleton Beranting Yuhdha Wastu Pramuka Jaya Kodam IV/Diponegoro dalam rangka Hari Juang Kartika di Lapangan Paseban Bantul, DIY, Minggu (16/12/2018).

Upacara pemberangkatan peleton beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya Kodam IV dipimpin oleh Danrem 072/Pamungkas, Brigjend TNI M. Zamroni.

Upacara diawali dengan dilaksanakannya penyerahan simbol-simbol/panji Korps Infanteri kepada perwakilan peserta peleton beranting dari satuan Infanteri Kodam IV/Diponegoro.

Peleton beranting ini akan berjalan kaki menempuh jarak 250 KM yang dibagi menjadi sepuluh etape dan akan melewati delapan kabupaten yaitu Bantul, Kulon Progo, Purworejo, Kebumen, Banjarnegara, Purbalingga, Pemalang dan Pekalongan.

Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Mochamad Efendi, dalam amanatnya yang dibacakan Danrem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Muhammad Zamroni pada Upacara Pemberangkatan di Bantul, DIY mengatakan, peleton beranting Yudha Watu Pramuka Jaya merupakan wujud penghormatan dan penghargaan terhadap jasa-jasa para pahlawan pendahulu, dan yang lebih utama adalah bagaimana nilai-nilai kejuangan ditransformasikan pada setiap diri prajurit baik dalam pola tindak dan perilaku yang sejalan dengan nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu Korps Infanteri.

"Bagi kita, tanggal 19 Desember 1948, merupakan catatan penting dalam perjuangan Bangsa Indonesia khususnya Prajurit Infanteri dalam rangka menghadapi Agresi Militer Belanda II, oleh karena itu peristiwa tersebut diabadikan oleh TNI AD sebagai Hari Infanteri," katanya.

Ditambahkannya, ketika itu, Jenderal Besar Soedirman, melalui amanat yang dituangkan pada perintah Kilat No.1/PB/D/1948, menyampaikan bahwa, kita telah diserang, pada tanggal 19 Desember 1948, Angkatan Perang musuh menyerang Yogyakarta dan Lapangan Terbang Maguwo, Pemerintah musuh telah membatalkan persetujuan gencatan senjata, semua angkatan perang menjalankan rencana yang telah ditetapkan untuk menghadapi serangan lawan.

Dalam peristiwa itu, Tentara Keamanan Rakyat dapat memadukan setiap potensi serta kemampuan yang ada dengan menggunakan taktik dan strategi gerilya yang tepat dengan menggunakan prinsip-prinsip peperangan semi modern, seperti pendadakan, pemusatan tenaga, kesatuan komando.

"Peristiwa bersejarah tersebut terjadi di kota Yogyakarta yang sekaligus memberikan pesan penting kepada kita semua bahwa dengan hanya berbekal tekad, semangat, senjata serta perlengkapan yang sangat sederhana, Tentara bersama Rakyat berhasil memenangkan pertempuran secara gemilang," tambahnya.

Dilatarbelakangi rangkaian peringatan bersejarah yang penuh heroisme itulah, peleton beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya dengan mengawal panji-panji/simbol Korps Infanteri dilaksanakan setiap tahun.

"Berkaitan dengan itu, saya minta agar kegiatan Peleton Beranting ini benar-benar dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan ikhlas sehingga acara tradisi ini dapat memberi makna yang nyata pada kondisi kehidupan kita saat ini. Kegiatan ini juga sangat penting sebagai pembangkit semangat patriotisme dan nasionalisme para generasi muda kita," pungkasnya. (Humas Polsek Bantul)



Tribrata News Bantul
Tribrata News BantulUpdated: 07:50

0 komentar:

CB