Sesunggunya Orang Mukmin Itu Iklas Bersaudara, Bersahabat Dan Kekancan

Posted by Humas Polresbantuldiy on 07:14

Panit Intel II Polsek Imogiri Aiptu Hasri Agung dan personel lainnya menghadiri pengajian Rutin antar instasi sekecamatan imogiri di Pendopo kecamatan Imogiri, Bantul, Jumat, 14 Desember 2018 pukul: 07.00 wib.

Pengajian ini dilaksanakan rutin dilaksanakan setiap bulan sekali dan kali ini dengan ustad Fauzan, S. Ag mengambil tema "Membangun Paseduluran dalam persepsi Islam".

Maksud dan tujuan diselnggarakan pengajian, sebagai tempat silaturahim, menyampaikan informasi berkaitan dengan tugas antar intansi dan utamanya  menambah wawasan/ilmu agama islam.

Acara pengajian Rutin antar instansi ini dihadiri oleh Camat Imogiri Tri tujiana AP.MM, Ketua KUA imogiri (Ustad Fauzan), Perwakilan Koramil Imogiri, Perwakilan Polsek Imogiri, Pamong desa sekecamatan imogiri dan Tamu undangan kurang lebih 35 orang.

Ustadz Fausyan,S. Ag dalam tauziahnya menyampaikan pertama tama mengucapkan Selamat  pagi dan mari kita bersyukur kepada Alloh SWT yang telah memberi rahmad hidayah dan inayahnya pada pagi yang baik ini, sehingga kita semua bisa menghadiri acara pengajian rutin ini, semoga niat kita yang iklas dari rumah sampai ketempat ini dicatat sebagai amal kebaikan oleh Allah STW.

Ustadz Fauzan, S. Ag menyampaikan dasar  dasar kajian yang akan disampaikan, yaitu Quran surat Al Gujarod ayat 10 yang maknanya antara lain sebagai berikut Sesunggunya orang orang mukmin itu iklas bersaudara, bersahabat, kekancan. Perbaiki lah hubungan hubungan diantara kedua saudara, dan takutlah kamu kepada Alloh supaya kamu mendapat rahmad. Takutlah kamu semua kepada Allah, dengan cara takwa yaitu menjalankan perintah dan menjauhi segala larangannya.

Ustat Fauzan S.ag menyampaikan bahwa dalam seduluran dalam lingkungan kantor dan masyarakat terkandung makna yang pertama Seduluran adalah Menyayangi dan bukan menyaingi sesama teman baik itu teman yang lama dan teman yang baru. Seduluran bukan saling mencurigai antara teman yang satu dan teman yang lain. Pada hakekatnya seduluran saling menghargai, menghormati, sehingga tercibta hubungan yang baik walaupun mempunyai potensi yang berbeda beda sehingga saling bisa mengisi kekurangan.

Yang ke dua Seduluran sebagai perwujudan mendidik bukan membidik. Dalam kehidupan sosial baik dilingkungan kantor dan masyarakat  kita harus belajar dengan perkembangan lingkungan, belajar tidak harus dari bangku sekolah, bangku kuliyah tapi bisa dari lingkungan kantor, masyarakat masing masing, sehingga dengan demikian seduluran banyak manfaatnya bagi kehidupan di masyarakat.

Yang Ke tiga Seduluran itu: merangkul dan bukan memukul. Kita tau bahwa masyarakat kita majemuk dan beda latar belakang, baik latar belakang pendidikan, ekomomi dsb.

Sebagai tokoh masyarakat harus bisa merangkul utk menjaga kerukunan dan mengadakan pendekatan pendekat yang baik, dengan harapan mereka bisa menerima, misal masyarakat yang belem bisa berangkat kemasjid diajak ke Masjid dan bukan dipukul, sehingga mereka akan menyesuaikan ajakan kita, bila hal semacam bisa terwujud maka dusun kita akan tentram.

Yang ke Empat  Seduluran itu saling membina dan bukan menghina. Maksudnya dilingkungan masyarakat harus tercipta saling nasehat menasehati, seperti teman yang tidak berangkat ngaji diajak berangkat ngaji  jangan dihina, baik itu bisa dikaksanakan dilingkungan kantor,dan dimasyarakat, kalau ini bisa dilaksanakan maka akan terjalin hubungan yang harmonis dan sehat, sehingga dalam melaksanakan program program enak dan merasa ringan, karena ada kebersamaan, kalau tidak terjalin hubungan maka situasi akan tidak nyaman dan tidak ada kemauan kerja, perasaan wegah, bosan sehingga pekerjaan tidak akan terselesaikan dan kita akan rugi sendiri.

Yang ke Lima Sedulurun itu mencari solusi bukan mencari sensasi. Ketika kita bersahabat dilingkungan kantor dan dimasyarakat waktu ada permasalahan kita bisa memecahkan masalah secara bersama sama atau mencari solusi untuk dalam kebaikan.

Yang ke enam Seduluran itu; saling membutuhkan dan bukan meruntuhkan. Bahwa dalam kehidupan dilingkungan kantor atau dimasyarakat kita tidak bisa hidup sendiri tapi dalam kehidupan saling membutuhkan satu dengan yang lain, karena kita sebagai makhluk sosial, seperti contoh waktu kita sakit kita butuh bantuan dokter, komputer rusak dilingkungan kantor kita butuh teknisi orang lain. Pada hakekatnya dalam kehidupan baik dilingkungan kantor maupun lingkungan masyarakat bukan saling meruntuhkan tapi saling membutuhkan dalam kepentingan apapun.

Yang ke tuju. Seduluran itu saling menghargai bukan saling melukai.  Bahwa dalam kehidupan baik dilingkungan kantor dan lingkungan masyarakat, Kalau kita ingin dihargai, dihormati kita harus meng hargai dan menghormati orang lain, tanpa demikian mustahil kita akan diperlakukan baik maka jangan saling melukai baik secara fisik maupun dengan kata kata dalam jalinan hidup ini.

Yang nomer Delapan  Seduluran itu saling membela bukan saling mencela. Seperti halnya kehidupan dilingkungan rumah tangga/ keluarga, kita sebagai orang tua bila anak ada kesalahan sedikit harus dibela tapi harus ditelusuri dulu kebenarannya . Dilingkungan keluarga harus ada sikap bijak  terhadap anak dan anggota keluarga lainnya, jangan terus memfonis kesalahan yang dilakukan anak tanpa dasar dan harus dicarikan solusi utuk kebaikannya. (Humas Polsek Imogiri)


Tribrata News Bantul
Tribrata News BantulUpdated: 07:14

0 komentar:

CB