Ribuan Jamaah Hadiri Tabligh Akbar Wujudkan Pemilu Aman, Damai dan Sejuk di Polres Bantul

Posted by Humas Polresbantuldiy on 00:01

Ribuan jamaah tumpah ruah menghadiri tabligh akbar bersama Gus Miftah Maulana Habiburrahman yang digelar di halaman Polres Bantul, Selasa (12/3/2019) malam.

Membludaknya jamaah yang hadir, sehingga sebagian jamaah harus rela duduk di jalan depan Mapolres Bantul.

Kegiatan tabligh akbar juga dihadiri oleh sejumlah pejabat, antara lain Kapolda DIY Irjen Pol Drs Ahmad Dhofiri M.Si, Waka Polda DIY Brigjen Pol Bimo Anggoro, Kapolres Bantul AKBP Sahat Marisi Hasibuan SIK MH, Wakil Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih, Ketua KPU Bantul Ketua KPU Bantul Didik Joko Nugroho, Ketua Bawaslu Bantul Herlina SH, Dandim 0279/Bantul Letkol Kav Didi Carsidi, Kajari Bantul Zuhandi SH MH, Ketua PCNU Bantul Yasmuri M.PdI, perwakilan PDM Bantul Sahari serta unsur dari TNI, Polri dan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari instansi terkait.

Kegiatan tabligh akbar diawali dengan mujahadah dan doa yang dipimpin oleh Kyai Muhsin, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Mukhlisin Bambanglipuro.

Kapolres Bantul AKBP Sahat Marisi Hasibuan SIK MH dalam sambutannya mengatakan, tabligh akbar diselenggarakan dalam rangka mewujudkan Pemilu 2019 yang aman, damai dan sejuk.

Dijelaskan, mengingat arti penting dan strategisnya Pemilu bagi keberlangsungan kepemimpinan nasional, pemerintah dan pembangunan, untuk itu, Pemilu harus dapat berjalan dengan aman, damai dan sejuk.

“Marilah kita berdoa agar Pemilu 2019 nanti dapat berjalan dengan lancar, tidak terdapat gangguan dan hambatan, untuk itu saya meminta dukungan dan partisipasi dari seluruh komponen masyarakat Bantul, agar Pemilu 2019, khususnya di Kabupaten Bantul ini dapat berjalan dengan  aman, damai dan sejuk,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolda DIY Irjen Pol Drs Ahmad Dhofiri M.Si dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengeluarkan data jika Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2019, Yogyakarta masuk urutan nomor dua di Indonesia.

Hal itu merujuk data bahwa setiap kali pelaksanaan pelaksanaan Pemilu di Yogyakarta kerap terjadi gesekan. Oleh karena itu, keamanan dan ketertiban Yogyakarta harus dijaga bersama-sama. “Hati boleh panas tetapi kepala harus tetap dingin,” jelas Kapolda. 

Kapolda berpesan, jangan sampai momentum lima tahun sekali ini menyisakan konflik yang berkepanjangan di masyarakat Yogyakarta. Dan jangan sampai perbedaan pilihan dalam Pemilu menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat. 

“Perbedaaan adalah sunatullah, jangan sampai memicu perpecahan,” ujarnya.

Maraknya penyebaran berita hoax, menurut Kapolda, juga harus disikapi dengan waspada. Jangan sampai masyarakat terpancing emosinya gara-gara berita yang belum terjamin kebenarannya.

Kapolda menjelaskan, tanggal 24 Maret mendatang, Pemilu akan memasuki tahap kampanye terbuka. Kapolda mempersilahkan masyarakat untuk bisa mengikuti tahapan tersebut. Namun yang perlu dijaga ialah menghindari segala bentuk provokasi. 

“Silahkan ikut kampanye, tetapi hindari provokasi,” ujarnya.

Kapolda berharap dengan tabligh akbar ini, Pemilu 2019 dapat berjalan dengan aman. “Jaga persatuan dan kesatuan, serta keutuhan Bangsa Indonesia,” tandasnya.

Tabligh akbar dilanjutkan dengan tausiyah oleh Gus Miftah Maulama Habiburrahman. (Humas Polres Bantul)


Tribrata News Bantul
Tribrata News BantulUpdated: 00:01

0 komentar:

CB